Rabu, 14 Desember 2011

Keabadian Cinta


Perasaan cinta diawali dengan mata dan rasa bersama, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga dan kata kata. Jadi jika kamu ingin berhenti dan melupakannya, cukup dengan menutup telinga dan diam, Tapi apabila kamu mencoba menutupnya dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dan mengores hatimu disepanjang jalan yang akan kamu lalui.



Tapi dalam setiap tetesan dan nafas yang berhembus dia akan tetap terjaga dan tersimpan sampai nafas itu berhenti. itulah cinta yang telah terpilih. kadang kita berharap dia akan menemani kita selamanya, tapi kadang dia ada didekat kita selamanya walau dia tidak pernah menyentuh dan berdampingan dengan kita.

Biarlah cinta ini hidup dalam hati kita sampai saatnya tiba, walau kita tidak pernah tahu makna dan akhir dari ukiran indah yang pernah ada (Dari rintihan hati yang tak pernah berhenti). (WL051111)

[+/-] Selengkapnya...

Rahasia Hati

Tlah kutunggu detik demi detik dari sebuah masa...
dalam jelajahi rindu yang mengharu biru
ditepian dedaunan dalam menatapi pucuk pucuk bambu
dari gemersik air mengalir diantara bebatuan kali
mengapit sunyi pada senja temaram.....


Tlah kumiliki hati ini demi sebuah nama yang terpatri
kutitip rindu pada hembusan angin dan dedeaunan
berharap sebuah sapaan kata dari senyum yang slalu kutunggu
dari patrian hati yang slalu menjadi milikmu..... abadi...... (Teluk Dalam, 10 agustus 2011)


[+/-] Selengkapnya...

Cemara

Dikerinduan Cemara
Aku menanti helaian daun menitipi masa lalu
Tlah lebih dari tiga tahun menjalani hari.....tanpamu, pada tepian itu...
Serak maharani dan mega rembulan yang mesti kutinggalkan
tapi rasa ini masih seperti dulu....untukmu...

Ada cerita antara sorak dan ceria dalam gempita……masa lampau
yang tetap terjaga indah dari relung hati
terus terjaga sampai nanti.....

Seusia embun yang bergetar didahan dahan pagi
Keperakan dari tuan tanah....yang berserakan direrumputan
berkilau diterpa sinar mentari pagi...
sebening itu kan rasa ini...... (161111ts)

[+/-] Selengkapnya...

Sendu Menggebu

Rinduku pada rupa adalah rindu padang terbuka
Dimana matahari membusur api diatas sana
Gamelan jawa meningkahi gerak gerak
Langkah kaki yang menapaki batang jati dari sendu rindu yang menggebu


Seperti topi Caping yang kau kenakan
Teduh diawan awan, meneduhi teduh tepian hutan itu,
Pada jejak tanah pulau, pada sebuah musim kita telusuri mimpi dan impian
Diantara daun gugur miniti asa
diluruh kabut itu menghiasi pagi, menyaru ditepian rindu yang kuaraungi hingga kini
dari deru gempita ombak pantai yang melebur diantara nyiur pantai.

Rindu ini adalah nyata
selalu mengharu biru menorah seluruh impian
seperti kita kembali pada luruh kabut indah masa lalu
Menusuki ritme letih hari dari tepian kaki hutan
Melewati tapal batas angan yang merisaui
Seperti angan kita rebuti helai itu
Serpih yang menyisakan bara api dan tetap terjaga
dari relung rindu masa lalu, masa kini dan masa akan datang

............

Pada goresan kata demi kata
Kita hiasi untaian kata (TS161111)

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 13 Desember 2011

Masa Kecil Yang Tergadaikan

Suatu hari ketika pulang kantor, saya terenyuh oleh rengekan seorang anak dipinggir jalan, usianya mungkin sekitar 4 atau 5 tahun, yang merengek kepada ibunya untuk mengajak pulang, sore itu harinya memang sedikit panas dan menyengat, anak kecil itu duduk ditrotoar jalanan sambil terus berusaha membujuk ibunya yang berdiri sambil mengadahkan tangan kepada setiap pengendara yang lewat. Dengan mulutnya yang mungil dan wajah yang lugu dan tampak kelelahan anak tersebut berulang kali merengek minta pulang, mungkin karena lelah dan lapar (terlihat dari wajahnya yang sedikit pucat). Bukannya iba, sang ibu yang menggendong adiknya langsung membentak dan memarahinya, dengan nada tinggi dan sedikit kesal. Ibu itu mengatakan, kalau engga mau cari duit, pulang aja sendiri sana, ngga saya kasih makan kamu dan sebait kata lagi, saya tinggal kamu disini. Sungguh sebuah kata kata yang sangat menakutkan dan mengerikan bagi anak seusia itu.



Kenyataan dan sebuah pemandangan yang sangat miris dan menyayat hati kita semua. Kita yang mendengarnya begitu ter enyuh, kenapa anak sekecil itu sudah dibawa kepinggir jalan untuk jadi peminta minta, bukankah masa kecil itu saat nya mereka bermain lepas…….. kenapa masih ada orang tua yang tega melakukannya. 

Sedih ….., Menyayat hati. Pasti. jika kita melihat anak-anak dibawah umur masih banyak dipaksakan melakukan hal-hal seperti itu……dimana hati kita….apa yang bisa kita perbuat. Jika berpikir jauh, dimana para pemimpin kita, yang katanya dalam undang-undang anak terlantar dan fakir miskin di tanggung oleh Negara. Sudah kah kita merdeka ????? Inikah kehidupan Negara yang kita cintai ini yang para pemimpinnya sibuk dengan kekayaan dan kekuasaaan……dan perkelahian sesama mereka……(mungkin sejuta kata-kata kotor akan keluar dengan sendirinya untuk mereka dari mulut dan hati kita.)

Kadang memang kita tidak dapat berbuat banyak untuk hal tersebut, mungkin kita hanya bisa membantu sedikit rupiah kita untuk anak tersebut, tapi pada akhirnya juga tidak akan membantu apapun terhadap anak sekecil itu…..adakah solusi agar semua anak anak dapat bermain dan bersenang senang dimasa kecilnya? Sebuah keingian yang sulit tercapai.

Ataukah ada solusi untuk membujuk orangtuanya untuk tidak membawa anaknya dalam dunia kerjanya semasa seperti itu……? Sepertinya sulit, karena justru anak sekecil inilah yang akan menjadi ‘nilai jual’ bagi si ibu/usernya dalam mengais belas kasih disaat meminta-minta. 

Sebuah jawaban yang sulit untuk dicari jawabannya. 

Jika kita melihat kebelakang, memang seseorang tidak pernah dapat memilih untuk dilahirkan dimana dan oleh siapa? Tuhan pasti sudah mengatur semuanya untuk kehidupan seseorang dan pasti itu adalah tempat terbaik untuk dijalani ddalam kehidupan. Dan tuhan pasti telah menggariskan kehidupan sesorang itu. Semoga semua anak anak jalanan nantinya bisa hidup lebih baik dimasa yang akan datang…(Doa ku untuk seluruh anak anak yang hidup dijalanan dan seluruh anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa ini dan juga harapan para orang tua) semoga kalian mendapatkan kebahagian…amin.
Memang tidak semua cita-cita dapat tercapai dan sesuai yang diharapkan, tapi minimal kebahagian secara lahir walaupun hidup dengan pas pasan dan tidak harus membawa anak-anak kalian ke jalanan lagi itu udah merupakan sebuah pencapaian hidup yang lebih baik, (menjadi orang tua dengan memberikan kasih sayang yang berlimpah, itu sudah merupakan hal terbaik) semoga........amin.

Satu hal lagi yang mungkin harus kita ingat dan camkan adalah, bahwa tidak semua orang yang hartanya berlimpah dan hidup berkecukupan akan selalu hidup bahagia.. mari kita merenung untuk sesaat dan memikirkan kehidupan kita yang lebih baik.  "Karena kebahagian didapat bukan karena lingkungan yang ada dan apa yang kita miliki, tetapi lebih utama adalah kebahagian diperoleh dan dimulai dari dalam hati kita terlebih dahulu (bersyukur dengan kehidupan kita saat ini dan apa yang kita miliki serta berserah diri pada yang dia Atas)" (TS"141211")


[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 09 Desember 2011

Peluh

Dapatkah detak ini berhenti agar siang slalu bersama
Mungkinkah waktu tak beranjak agar hari jadi bunga
Rintihan peluh menapaki terjal ketika malam tiba
Liku dan jerih payah terasa ketika ingin menyapa fajar



Dalam belaian dan himpitan peluh liku
Berharap sang surya terus menyinari pagi
Berdiri dalam titian sayang penuh buaian

[+/-] Selengkapnya...

Penantian

Aku masih menunggumu dalam detik
dalam lewati malam...dalam lewati waktu
demi menanti sapaan surya mentari esok hari....


Aku masih disini menemani malam
dalam rentang jarak dalam kikihnya kesunyian
(kerinduan dan penantian dalam detak 00.45)

[+/-] Selengkapnya...

24 Dalam 227

Masihkah ini menjadi kenangan kita......
Diujung pulau ditepian pantai dalam semilir angin malam
Ketika lewati waktu yang berdetak..diantara rimbunmya pepohonan
diantara deru samar suara ombak dalam remang kegelapan malam
Dalam detik waktu dua puluh empat lewati dua belas
bertautan dua cinta dari hati dengan ketulusan

Ketika ku sapa pagi.....engkau tlah duduk dibibir bukit
Menatap sang surya yang lemparkan warna kehidupan
Dalam keheningan hati untuk jalan panjang yang akan kita mulai dan kita lalui

Kita masih saling mengengaman tangan erat penuh makna
ketika menyusuri semilir angin pagi di tepian pantai
dalam beningnya ombak dan dalam putihnya pasir yang kita lewati
meninggalkan jejak cinta demi asa yang akan kita tapaki dalam senyum

Dan saat ini bayangan itu terus mengisi lembaran indah hati
Dalam lukisan kita yang bertautan cinta suci....
akan kah waktu itu berulang...

Hari demi hari lah berlalu...bulan dan tahun terlewati dengan atau tanpa makna
akankah kita kembali mengais kembali hari-hari penuh bunga seperti dulu dalam kebahagiaan

"Dari harapan yang tersisa dan makna yang tertinggal demi belahan jiwa" (Tautan hati dari masa lalu). 

"from The Laguna on The Zero km"





[+/-] Selengkapnya...

Sekuncup Rindu

Dalam sepi ku menanti dirimu
dalam sedih ku menatap malam
membelah sunyi dari sekucup rindu yang terus menggoda


Aku yang rentan tanpa mu
mengharapkan sepucuk senja di terawang malam hatiku
belahan jiwa yang tercabik karena rana


[+/-] Selengkapnya...

Detik 12

Lembayun malam pada detik 12
dari balik sepi kirimkan sekucup bunga
menanti balasan yang berharapkan mimpi
menepih bulan kala senja diufuk timur


Aku disini menangisi hati dari jiwa yang kau ambil dan tak tersisa
tlah kupilih hatimu dari lara dan raga sukmaku
kuingin kepakan sayapku membawa kau pergi
demi jalani sisa nafas yang kadang terpenggal
walau sisa hidup yang bukan milikku lagi


[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 07 Desember 2011

Rintihan hujan dibalik kerinduan

Hujan kembali hadir hari ini dengan warna yang berbeda
ada kesedihan dalam lubuk tapi ada kebahagiaan dalam suka
terpancar dari banyak cahaya muka
tersirat dalam keheningan diri


aku datang dengan sebuah harapan dalam ribuan penyesalan
letih aku berjalan dengan tatih yang tak terobati
lelah aku memandang wajah yang tak kunjung kumiliki

dalam hati ini masih tersimpan prahara
dari hati yang luka dalam penat tak henti...

aku mencintaimu bukan karena luka....
bukan juga karena ...biasa
aku mencintaimu karena hati ini memilih dari asa
terisi dari relung yang kosong

aku menyayangimu penuh arti dengan makna tak henti
aku menyayangimu seperti kapas nan putih
aku tahu kau menunggu ku dibalik semua ini



[+/-] Selengkapnya...

bajakan waktu

Kuberjalan di sela sela kepahitan hati
dalam ramangan malam, kapal sunyi, rumah tua
diapit hati yang terbang, melayang....


kutelan pahit dalam dalam...demi kesendirian
dari bajakan waktu sepi, untuk merajut mimpi
menyulam bayang dari getiran pahit

berjalan sendiri menyusur semenanjung
dari rangkaian kelam, menepi, meratap....

[+/-] Selengkapnya...

Serpihan Hati

Sepi dalam menemani jiwa kosong
dari rintihan bunga yang tak mekar
kilau mentari tak membuat peluh luka ternganga
dalam himpitan badai gejolak

Cadas tak membuat serpihan hati
demi kasih yang menanti pelukan sejuta kenangan
kala belaian mengenang sejuta bunga
dari bibir yang merekah dalam sakit

Tikam diri dalam rasa cemburu
walau aku tak kuasa meronta

[+/-] Selengkapnya...